Pengalaman Mengirim Motor Jakarta-Pontianak

Di postingan kali ini, saya akan berbagi pengalaman mengirim kendaraan berupa motor ke luar pulau yakni dari Jakarta menuju ke Pontianak.

Jadi bulan lalu saya dapat selembar surat yang menyatakan bahwa saya harus pindah domisili ke Pontianak. Rekan kerja di kantor menyarankan saya untuk beli saja disana tapi saya memilih mengirim motor saya karena kreditnya aja baru lunas setelah dua tahun.

moving-drib
Pindah lagi….

Awalnya saya nyari nyari info di internet tentang jasa kirim barang/kendaraan antar pulau. Oiya untung barang barang yang sekiranya tidak saya pakai saya kirim ke rumah via kargo bus Rosalia Indah. Murah lo kargonya, untuk pengiriman 1 tas besar dan 2 kotak barang dengan total berat 30an Kilo cuma kena Rp150.000 plus dikit. Nah untuk yang saya bawa langsung ke Pontianak saya beli ekstra bagasi biar lebih murah.

Oke balik soal motor. Info yang saya dapat pertama dari Carg*nesia. Saya kirim pesan via WA untuk tanya biaya pengiriman motor. CS taklama jawab untuk motor, biaya pengiriman dari Jakarta-Pontianak sekitar Rp2.000.000 belum include asuransi. Kok rasanya kemahalan.

Lalu saya teringat teman saya yang bulan sebelumnya pindah pulau juga, dari dia saya dapat rekomendasi agen cargo yang lebih terjangkau yakni Nadine Mandiri Express. Saya kontak alamat WA yang ada di web nya. Harga jasa yang dikenakan Rp1.200.000 untuk pengiriman door to door Jakarta-Kalimantan/Pontianak. Nah ini saya langsung cocok. Kami janjian untuk jemput motor di kantor, tadinya janjian Jumat sekitar jam 10 pagi tapi tukang kurirnya baru datang pas Magrib.
Motor langsung serah terima dengan kurir, kita dapat Surat Jalan, Tanda Terima dan kuitansi. Sudah tinggal ditunggu.

Seminggu kemudian.

Hari Minggu pagi saya ditelepon pihak kurir yang ngasih tahu kalau motor akan dikirim ke tempat kedudukan. Kami janjian ketemu siang dan motor pun kembali ke tangan saya mulus, ga ada lecet lecet.

Alhamdulillah.

Iklan

Catatan 50 Hal Tentang Sekretaris

Dalam keseharian orang awam, misal lihat dari Tv, sekretaris mungkin identik dengan cewek seksi sebagai tangan kanan direktur untuk mengerjakan berbagai hal terkait pekerjaan. Namun pada kenyataannya, tak sedikit sekretaris juga dijabat laki-laki. Saya pun masuk golongan itu. Entah ini suatu keberuntungan yang mesti disyukuri atau hanya suatu kebetulan semata.

Menilik fakta bahwa rekan sejawat saya juga banyak yang menjabat sebagai sekretaris, hal ini jadi sepertinya sudah biasa. Apalagi di dunia pemerintahan. Bukankah kita sering lihat sekretaris istana juga laki-laki. Atau sekretaris pemda. Apapun itu, sekarang sudah jaman unisex, apapun bisa dikerjalan oleh baik laki-laki maupun perempuan.

Berdasarkan 24 bulan saya menjabat pekerjaan sebagai sekretaris, berikut ini saya merangkum catatan 100 hal diskon 50% tentang sekretaris. Catatan ini sifatnya subyektif, kalau misal ada yang menurut pembaca ada yang ga sesuai mohon dimaklumi dan dikoreksi.

1. Sekretaris menurut KBBI adalahย orang (pegawai, anggota pengurus) yang diserahi pekerjaan tulis-menulis, atau surat-menyurat, dan sebagainya; penulis; panitera;

2. Kerjaannya ga jauh jauh dari surat, dokumen, telepon, fax, email dll.

3. Berangkatnya mesti lebih pagi tapi pulangnya mesti lebih malam.

4. Makan sering keteteran.

5. Jam istirahat nyaris tak beraturan.

6. Harus menyimpan kontak orang kantor sebanyak banyaknya agar mudah menghubungi sewaktu waktu dibutuhkan.

7. Harus bisa membaca suasana hati pimpinan.

8. Suka masih ditanya kerjaan kalau lagi cuti karena mungkin orang lain ga tahu kita cuti. Saya pernah lagi di puncak Bromo ditelepon untuk nyiapin rapat hari berikutnya ๐Ÿ˜ฆ

9. Ga bisa meleng bentar aja. Ya rata rata kita mesti siap di kubikel ga kemana mana.

10. Harus pandai menjaga emosi. Apalagi saat partner ga ada. Bayangkan, kurir pos datang, telepon bunyi, pimpinan manggil, rekan nyariin berkas….rasa rasanya kadang kayak mau meledak.

11. Jarang lihat matahari. Kayaknya sih pegawai lain juga.

12. Tempat gibah paling cepet karena ibarat stasiun Manggarai kalau KRL, semua orang lalu-lalang ke sekretariat lalu gibah haha.

13. Cepat kenal pegawai baru, mau ga mau harus kenal ๐Ÿ˜‰

14. Jangan kaget kalau kebagian kena semprot walau orang lain yang salah, anggap aja itu bonus.

15. Sampai hapal dengan berbagai jenis kurir barang, gimana ga hapal tiap hari ketemu. Inikah jodoh?

16. Belajar otodidak. Sekolahnya belajar apa kerjaannya apa, jadi mau ga mau semua serba otodidak.

17. Jaman sekarang laki laki juga banyak yang jadi sekretaris, lihat aja drama Jepang atau Korea rata rata sekretaris direktur tuh laki laki kadang sekalian nyupirin.

18. Jarang ada dinas luar, bukan jarang lagi hampir ga pernah secara emang tugasnya jagain kantor, satpam kali ya?

19. Bisa legaan kalau pimpinan sedang ada dinas keluar kota.

20. Pegangannya PMK atau PER tentang Tata Naskah Dinas.

21. Lembur sukarela walau kadang ga rela.

22. Stempel adalah teman

23. Telepon adalah sahabat.

24. Komputer adalah kawan.

25. Fax adalah rekan.

26. Berkas adalah keseharian.

27. Scan adalah partner.

28. Paling sering kebagian makanan kalau bagian lain ada acara, kalau ga dibagi suka minta soalnya haha.

29. Ada forum sekretaris tapi ga kenal secara pribadi sekretaris lainnya karena yaitu tadi hampir ga ada acara jadi ga sempat kenal.

30. Pulpennya paling sering hilang entah karena dipinjam lalu ga dibalikin atau lupa naruh dimana.

31. Salah satu tugasnya buat pengumuman via TOA

32. Bisa juga kalau ada barang temuan kayak jam

33. Atau ngingetin rapat.

35. Atau mau doa pagi.

36. Kadang paling males kalau ada berkas yang ditata ga rapi karena jadi susah saat mau nyecan.

37. Atau ga ada “Sign Here” nya sehingga bolak balik kelewat tanda tangan.

38. Paling terbantu kalau anak PKL.

39. Atau anak magang

40. Tapi dikantor khusus jarang ada anak magang.

41. Suka ditraktir

42. Atau minta ditraktir

43. Susah nyempetin olahraga

44. Mau olahraga di weekend tapi pengennya cuman gegoleran tidur.

45. Pengennya besok besok saja.

46. Sampai Senin datang lagi.

47. Ada tamu artinya siap siap riweh.

48. Apalagi tamu VIP.

49. Lebih lebih tamu VVIP.

50. Me time nya jadi boros buat ini itu.

Mungkin masih banyak hal lain tapi nyari 50 ini saja sudah kebanyakan kayaknya haha.

Salam Sekretaris ๐Ÿ™‚

Sudah bye

Begini Akibat Kurang Minumย 

Jadi yang namanya lagi ga fokus karena kurang minum tuh bisa jadi mau ngomong a malah jadi b kayak gini : 

Bagian 1. Telepon di Akhir Waktu

โ˜Ž๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ

Saya : Selamat sore dengan kantor xxx bisa dibantu bapak atau ibu?

Pelanggan : iya mas, saya lagi otw kantor ini mas tapi kejebak macet. Kira kira kantor tutup jam berapa ya pak?

Saya : baik pak, sesuai aturan untuk bulan ramadan/puasa kantor tutup layanan pukul 15.30 berarti ini 10 meter lagi tutup pak kantornya.

Pelanggan : baik pak. Terima kasih.

Dua teman di sebelah saya ngakak ngakak.

Ternyata karena saya bilang (((10 meter lagi tutup))). Duh…maksud saya kan mau bilang 10 menit lagi. Wakakkakaa.

Bagian 2. Telepon di pagi hari

โ˜Ž๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ

Saya : Selamat sore dengan kantor xxx bisa dibantu? 

Pelanggan : Selamat pagi kali pak, ini masih jam segini.๐Ÿ˜€

Saya: oh iya, maaf ibu selamat pagi ibu, ada yang bisa saya bantu? ๐Ÿ˜€๐Ÿ’ƒ

Ada Aqua?

Investasi Emas Pakai Aplikasi Handphone e-mas

Suatu waktu teman yang dulu sekosan saya ngehubungi untuk minta tolong untuk mengecek  emas antamnya dia yang katanya ketinggalan di lemari kosan. Setelah saya cek ke bekas kamarnya yang sudah diisi anak baru, emas yang dia maksud sudah ga ada. Entah sudah diberesin sama ibu kos atau memang anaknya yang lupa naruh dimana.

Kejadian ini ga akan terjadi seandainya dia memilih menggunakan aplikasi untuk jual beli emas sehingga emas cukup disimpan secara virtual, kalau butuh bisa dijual atau dicetak menjadi emas fisik.

Aplikasi yang pernah saya dengar ada beberapa. Yang sudah familiar mungkin Pegadaian. Dulu Pegadaian ada tabungan emas tapi masih manual, sekarang sudah bisa online. Kedua, ada Tamasia atau Tabungan Emas Suka Suka. Ketiga, ada ada e-mas. Terakhir ada emasdigi. Penjelasan ketiga aplikasi (selain Pagadaian) adalah seperti penjelasan dari Tirto berikut: 

Sumber : Tirto.com

Dari 3 aplikasi itu saya pakai yang aplikasi e-mas karena pas saya mau milih ada fitur pembayaran pakai Gopay, jadi kapan saja ada Gopay nganggur bisa saya pindah ke tabungan emas. Praktis banget bukan?

Selain itu yang saya suka adalah setiap saya login langsung ada notif via sms kalau saya login pakai akun saya. Terus kalau saya pencet back di hape ga balik masuk ke aplikasi, soalnya saya coba coba di Tamasia kalau saya pencet back malah masuk lagi dan ga minta password lagi, jadi kayak kurang aman aja. 

Cara daftarnya gampang banget, ga sampai 10 menit isi profil sampai foto eKTP dll lalu akan ada notifikasi via email kalau sudah berhasil daftar. Setelah itu tinggal klik aktivasi yang ada di email.

Cuma yang saya masih beluk klik dengan e-mas adalah sudah beberapa hari tapi verifikasi akun yang dijanjikan cuma dua hari belum juga terverifikasi (ada centang biru diprofil).

Profil, alamat, rekening sudah semua tapi belum verifikasi ๐Ÿ˜ฆ
Oiya setiap daftar akun di e-mas, pengguna baru akan dapat deposit awal Rp50.000 dipecah Rp25.000 diawal, sisanya ketika transaksi pertama selesai. Kalau mau bisa pakai referal kode 8UFJRFJF saat daftar pertama kali.

Gimana masih mau nyimpen emas cara manual?

Catatan Ramadan 1439H : Buka on the Road, ke Masjid Mana Kita?

Assalamualaikum warahmatulahi wabarakatuh

Jamaah, Oh jamaah! Alhamdulillah

Sekarang ini sudah memasuki minggu awal Ramadan 1439H /2018 M. Di waktu Ramadan ini, tradisi buka di masjid masih saya jalankan, alasan anak kosan seperti saya tentu pertama adalah ada teman makan ramai-ramai jadi suasana ramadannya lebih dapat, kedua ga ribet nyiapin bukaan, ketiga lebih hemat, keempat bisa tahu masjid masjid bersejarah di daerah kita.

Awalnya sih saya memilih buka dimasjid sekitar kosan karena jam pulang kantornya ga memungkinkan pergi jauh-jauh. Nah kalau weekend baru nyobain masjid yang agak jauhan. Berikut beberapa masjid yang kemaren sempet saya datangi ๐Ÿ™‚

Masjid Istiqlal

Masjid ini tentu sudah familiar bagi kita umat muslim. Masjid ini berdiri kokoh bersebelahan dengan gereja Katedral sebagai lambang perdamaian/ tenggang rasa antar umat muslim dan lainnya.

Setiap tahun saya menyempatkan diri kesini karena masjid ini letaknya strategis, cukup naik kereta turun di Juanda lanjut jalan sebentar.

Sebelum waktu buka, jamaah yang mau bukber disilahkan duduk membuat barisan lalu langsung dibagiin nasi kotak karena dengan jamaah ribuan agak ribet kalau harus nunggu solat baru dibagi nasi kotak.

Jamaah bukber Istiqlal

Habis buka bisa solat Magrib berjamaah, banyak pengunjung yang lanjut solat isya dan tarawih tapi ada juga yang langsung pulang setelah buka dan solat Magrib.

Yang saya suka dari masjid ini karena masjidnya nyaman, ceramahnya enak didenger, kadang ada qori juara nasional/international yang baca ayat al Quran. Solat tarawihnya bisa 11 atau 23. Awalnya jamaah yang mau 11 rakaat akan menutup solat witir sementara yang mau 23 keluar dari shaf habis itu jamaah yang mau 23 bisa melanjutkan rakaat berikutnya setelah jamaah 11 rakaat selesai.

Masjid Agung Sunda Kelapa

Kemaren weekend nyempetin ke masjid ini. Ketika mencoba googling tentang ngabuburit di masjid, masjid ini salah satu yang paling sering muncul.

Saya nyampai masih agak sepi sekitar pukul 16.30, menjelang jam 17.00 an lebih baru jamaah berdatangan dan mulai penuh. Untuk menunggu berbuka, jamaah diajak tadarusan. Suasana terasa sangat kidmat sampai waktu buka puasa tiba.

Rakaat solat bisa milih mau 11 atau 23, kalau milih 11 solat witir sendiri alias keluar dari barisan.

Jamaah sedang mendengarkan pengajian

Kemaren baru nyobain dua masjid itu. Nanti kalau ada tambahan diupdate lagi.