Nabung Reksadana Pakai Aplikasi Bibit

Sejak beberapa tahun ini saya mulai aktif mengatur keuangan karena sebelumnya agak keteteran. Ada sih asset yang kelihatan. Hanya rasanya agak kurang plong karena tidak pernah tahu penghasilan saya larinya kemana saja. Beberapa teman sudah menyarankan untuk membuat pencatatan harian semua penghasilan dan pengeluaran. Tapi kok rasa males lebih menguasai saya. Tiba waktu saya mau isi SPT tahunan dan saya menyadari kalau saya memang perlu pencatatan keuangan.

Dengan ada wabah dan adanya kebijakan WFH membuat saya jadi berpikir ulang tentang investasi yang selama ini saya lakukan. Soalnya portofolio saya bulan bulan ini sedang terjun bebas. Kesalahan saya adalah membiarkan saja ketika kemaren wabah mulai terjadi. Saya sih mikirnya paling juga turun turun dikit. Eh ga tahunya IHSG beneran terjun bebas.

Ibarat sudah kepalang basah yaudah saya biarkan saja portofolio saham begitu. Saya mulai balikan ke mantan. Reksadana. Dulu sebelum saya alihkan ke saham, saya aktif menggunakan reksadana. Lama lama karena saya rasa return saham lebih tinggi jadi saya alihkan saja semua ke saham.

Setelah baca baca di forum forum keuangan,saya baru tahu kalau sekarang ada aplikasi baru untuk jual beli reksadana namanya Bibit. Dulu sih saya pakai Bareksa dan Ipot. Awal awal agak heran kok platform investasi namanya Bibit, lebih dekat namanya dengan platform pertanian gitu.

Rasa penasaran membuat tindakan impulsif saya untuk mengunduh aplikasi dan langsung mengisi daftar pertanyaan yang ternyata digunakan Bibit untuk menilai profil risiko para usernya. Profil risiko itu semacam gambaran sejauh mana user berani menanggung risiko atas investasi yang dilakukan. Dari profil risiko itu, dana investasinya akan disebar sesuai proporsi yang telah ditetapkan. Semakin besar risiko yang diambil maka semakin besar pula proporsi yang diinvestasikan di saham karena saham yang berisiko tinggi.

Setelah beberapa waktu nyoba aplikasi Bibit, saya mau memberikan beberapa review sesuai dengan pengalaman saya.

Tampilan aplikasinya simple dan enak dilihat.

Karena taqline aplikasi Bibit adalah untuk aplikasi untuk investor pemula, maka tampilannya dibuat simple, bersih dan enak dilihat. Informasi terkait masing masing reksadana ada hanya kayak dibuat agak tersembunyi.

Daftarnya cepat

Waktu itu saya daftar di hari Sabtu/Minggu dan langsung di hari itu selesai verifikasinya.

Ada cashback

Mungkin karena terhitung masih baru, jadi Bibit masih program cashback. Jadi kalau pas daftar masukin kode referral YOURBIBIT maka akan dapat cashback Rp25.000 dalam bentuk voucher reksadana. Lumayan lah buat nambah nambah portofolio.

Bisa pakai Gopay

Kemaren sempet nyoba bayarnya pakai Gopay ternyata gampang banget.

Fitur Robo

Fitur Robo ini terkait dengan profil risiko yang sudah diisi. Kalau sudah dapat profil risiko nanti jadi tahu proporsi reksananya akan disebar di sekuritas Pasar Uang, Obligasi atau Saham. Adanya proporsi ini jadi mengurangi risiko kerugian. Skor di Robo bisa ubah ubah juga kalau mau.

Sejauh ini saya sudah suka dengan aplikasi ini. Semoga ke depan saya bisa rutin top up.

Dapatkan cashback reksadana dari Bibit senilai Rp25.000. Masukkan kode referral ini saat pendaftaran: yourbibit

Download sekarang: http://bit.ly/bibitreferral1

Gara Gara Sepatu Hitam Putih

Senin pagi itu kami – semua murid suatu smp- berkumpul di lapangan. Petugas upacara sudah bersiap di depan dan saya juga sebisa mungkin jaga sikap karena ini merupakan minggu pertama saya bergabung di sekolah ini (awal semester baru).

Saya lupa upacaranya sudah sampai tahap apa, saat guru BK mendatangi saya dan menampar (pelan) wajah saya dari belakang. Usut punya usut dia melakukan itu karena saya pakai sepatu warna hitam putih, semacam warna sepatu Converse tapi hanya sepatu versi murah karena emak saya beli di pasar.

Saya ditarik dari barisan upacara dan disuruh pulang ganti sepatu warna hitam.
Antara sekolah dan rumah saya sekitar 2 km dan jarang sekali angkot, paling ada pagi jam sebelum sekolah. Lagian kalau ada angkot juga saya tidak punya buat bayar.

Jadi saya jalan kaki pulang saya membayangkan apa yang akan saya katakan ke emak saya nanti. Buat makan sehari hari saja masih mikir apalagi buat beli sepatu baru. Sepatu lama saya ini saja saya dibelikan setelah sepatu lama sudah benar rusak dan tak bisa dipakai lagi.

Saya tidak niat balik ke sekolah. Ya saya bingung juga gimana saya mau ganti sepatu.

Tiba tiba terbersit ide yang sedikit nyleneh. Jaman dulu ketika pulpen habis, maka saya cukup beli isinya saja dan ini lumrah ditempat saya. Saya ambil isi pulpen yang ndlemok (tintanya cair cenderung mudah mengotori tangan kalau pas nulis) lalu saya oleskan ke permukaan sepatu bagian yang warna putih.

Semua saya lumuri tinta sampai saya yakin warna cukup mengaburkan warna putih menjadi warna hitam. Its works, buktinya hari hari berikutnya saya pakai ke sekolah dan aman saja dari guru BK itu.

Belakangan saya dan guru BK justru malah jadi dekat karena kebetulan saya lumayan sering ikut lomba dan dapat beasiswa dan guru itu yg sering ngurus administrasi dsb.

Lebaran Kali Ini Beda

Suara takbir bergema di seluruh penjuru kota ini tanda bahwa umat muslim telah memasuki bulan syawal 1441H. Saya tidak menyangka bulan ramadan kali ini akan berlalu begitu saja tanpa ada pernak pernik yang meramaikan ramadan seperti tahun tahun sebelumnya. Semua berlalu dikala kita sedang menghadapi pandemi yang memaksa kita berpikir ulang tujuan tujuan yang ingin kita raih di tahun ini.

Satu yang harus saya relakan, merayakan lebaran tahun ini sendiri di kota ini. ke masjid pun tidak karena hampir semua masjid di sekitar tempat tinggal saya tidak menyelenggarakan solat ied fitri bersama.

Sebenarnya tanda tanda kalau saya tidak akan merayakan idul fitri di kampung halaman sudah terjadi di awal tahun. Biasanya sekitar 6 sampai 3 bulan sebelum lebaran saya sudah memesan tiket karena saya tidak mau nanti jadi panik menjelang lebaran.

Entah mengapa di awal tahun ini saya nyantai saja, kayak mikir “yaudahlah ntar aja toh harga tiket juga sudah mahal”. Lah ternyata beneran kejadian mudik dilarang.

Biasanya kalau lebaran saya sampai nolak nolak kalau disuruh makan, eh lebaran ini malah kebingungan. Pesan makan lewat ojek online ga ada yang ambil, keluar bentar nyari makan pada tutup semua.

Ada rasa nyesek lihat postingan orang orang yang bisa bareng keluarga lebaran bersama. Tapi saya harus iklas demi menjaga keamanan dan kenyamanan keluarga dan tetangga. Semoga pandemi segera berlalu dan kita bisa bersua kembali dengan orang orang terkasih.

Sebelah barat Borneo, Mei 2020