Kok Bisa Laporan Keuangan Opini Wajar Tapi Tersangkut Kasus Korupsi?

Biasanya gw ga pernah peduli ketika beranda dipenuhi status orang dengan penuh drama apalagi kalau sudah nyetatus tentang politik. Si A begini si B begitu. Entah apa pun background pendidikannya, kalau sudah berkomentar rasanya sudah jadi ahlinya saja.

Seperti yang baru baru ini. Ada yang menulis tentang hubungan opini laporan keuangan WTP tapi kok masih ada kasus kasus korupsi. Gw yang tahun kemaren dicekokin ilmu audit sampai mau muntah rasanya gatel juga baca hal ini. Kalau yang nulis orang awam sih ga masalah. Lha katanya penulis ini doktor. Menjadi repot ketika orang berkomentar bukan bidangnya, sedangkan orang tersebut dipercaya karena gelarnya.

Oke gw akan jabarkan beberapa alasan kenapa laporan keuangan yang telah mendapat opini Wajar masih bisa tersangkut kasus korupsi.

Tujuan Audit

Tujuan audit keuangan adalah untuk melihat kesesuiaan praktik akuntansi dengan PABU bukan dengan peraturan perundang-undangan cc undang-undang korupsi. Sedangkan unsur korupsi ditentukan melalui kesesuain dengan delik korupsi di UU korupsi.

Metode Sampling

Di audit, ada yang namanya metode sampling dalam pemilihan obyek audit. Kenapa perlu sampling? Obyek audit akan sangat amat maha luas jika semua mau diaudit. Misal, belanja barang. Kalau semua mau diaudit maka bisa setahun proses auditnya karena pengadaan hamper selalu dilakukan. Oleh karenanya dilakukan sampling untuk memilih beberapa obyek audit yang sesuai dengan tujuan audit. Nah bagaimana jika obyek yang tidak menjadi sampel adalah obyek yang sebenarnya ada kasus korupsi? Wallohuaklam.

Materialitas

Besaran rupiah juga berpengaruh karena materialitas merupakan salah satu unsur yang menjadi pertimbangan dalam memberikan opini. Bisa jadi laporan keuangan akan mendapat opini wajar. Katakanlah obyek sampel sudah ditemukan adanya ketidaksesuaian dengan peraturan tapi tidak materiil. Sedangkan temuan  akan diungkapkan dalam laporan pengendalian internal atau tentang kepatuhan dengan undang-undang. Bisa jadi laporan ini yang akan menjadi awal kasus korupsi bisa ditemukan. Jadi bukan hal yang aneh jika laporan keuangan yang beropini wajar tapi masih ditemukan kasus korupsi.

Nah itu beberapa alasan mengapa laporan keuangan yang beropini wajar masih bisa tersangkut kasus korupsi.  Sebenarnya masih banyak alasan lain juga. Misal pengadaan dengan suap. Menurut akuntansi tidak ada yang salah karena prosedur sudah sesuai tapi menurut uu korupsi bisa masuk delik korupsi.

Salam.

 

Iklan

Pengunjung yang baik meninggalkan jejak berupa komentar :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s