One Day Trip Explore Majalengka Bareng Backpacker Jakarta

Beberapa waktu yang lalu, gw sempet ngelihat postingan Instagram teman kantor -@maslucky – tentang terasering Panyawueyan Argapura di Majalengka. “Bagus kali tempatnya” gitulah pikiran gw waktu itu. Kirain terasering itu hanya ada di Bali aja. Di Majalengka pula yang sebelumnya tak pernah terlintas di pikiran kalau disana ada tempat wisata yang menarik. Jujur kalau ditanya apa yang gw ketahui tentang Majalengka? Paling gw hanya tahu slogan yang sering gw denger “Majalengka digoyangggggg”.

Sampai beberapa hari kemudian Backpacker Jakarta (BPJ) melalui akun instagram juga ngadain one day trip Explore Majalengka. Kebetulan banget bukan? Gw ngajakin beberapa temen buat gabung ke trip ini tapi pada berhalangan. Ada yang lagi mau lembur, ada yang dinas, ada yang milih tidur aja dan ada ada aja alasan lainnya. Sampai kemudian satu temen yang bisa ikutan yakni Wuyung.

Sempet menghubungi 2 contact person yang ada di IG, agak lama sih dibalasnya. Yang satunya bilang sudah habis seat tinggal masuk waiting listnya. Oke berarti belum beruntung gw. Besoknya gw hubungi CP yang satunya dan katanya masih bisa gabung. Akhirnya gw dan Wuyung pun masuk list trip kali ini. Legaaaa.

One day trip ini akan mengunjungi beberapa spot sesuai yang tertera di postingan IG Backpacker Jakarta yaitu Terasering Panyaweuyan Argapura, curug Muara Jaya, curug Ibun, Telaga Biru dan puncak Tusuk Gigi.

1485654437727.jpg

Sabtu (11/01) Wuyung nyamperin gw ke kosan baru malamnya kita ngegojek ke sekretariat BPJ di deket RS Uki di Cawang. Sekitar jam 22.00 kita nyampai disana setelah kebingungan nyari di sekitar halte trans Jakarta UKI. Ternyata letak sekrenya malah sebelumnya. Dan ternyata di sebelah sekre itu ada penitipan motor 24 jam, walah tahu gitu kan gw mending langsung bawa motor aja ya. Pas masuk ke depan sekrenya, ternyata peserta sudah banyak yang ada di situ.

Sambil nunggu elf nya datang, kita pada main uno. Gw sih cuman ngeliatin doang karena udah ngantuk. Lama juga elfnya datang, baru sekitar jam setengah satu pagi kita berangkat. Lalu gw pun tertidur dan baru terbangun ketika kita sudah sampai Majalengka. Ngebo banget engga sih gw tidurnya. Kita solat subuh di masjid depan alun alun kecamatan Maja (yang tadinya gw kira alun-alun Majalengka).

Spot yang dikunjungi adalah terasering Panyaweuyan (sumpah ya gw sering kesrimpet untuk ngucapin namanya ini). Untuk menuju kesana elf harus mengikuti jalan menanjak, belok kanan-kiri dengan tikungan yang kadang membuat gw refleks pegangan ke kursi saking ngerinya kalau sampai elfnya ga kuat nanjak, bisa alamat dah.

Begitu sampe tempat parkir, kita tinggal jalan sekitar 200 meter untuk menuju spot terasering yang paling ciamik. Sayangnya nih ternyata banyak teraseringnya yang sudah dipanen daun bawang/ bawang nya jadi ya kelihatannya jadi kurang hijau di beberapa bagian. Untuk melihat pemandangan yang lebih bagus kami nanjak dikit sampai puncak bukit, nah dari sini baru deh bisa lihat pemandangan 360^.

Kalau laper disitu juga ada yang jualan gorengan, kopi dan sebangsanya itu. Ada dua pedagang yang berjejer menyediakan cemilan buat pengunjung.

Setelah dirasa cukup kami beranjak ke tujuan kedua yaitu curug Muarajaya yang letaknya ternyata ga jauh dari terasering itu. Paling cuma 10 menit untuk kesitunya. Jalan ke curugnya mengingatkan gw dengan jalan ke air terjun Kedung Kayang di Magelang dimana kita mesti trekking menurun. Nah curugnya ini ada dua bagian yaitu bagian bawah dan atas.

Kayaknya sih enak buat mandi tapi karena minggu sebelumnya gw udah mandi di curug Sunyi Baturraden jadi kali ini cukup ngelihat aja lah. Gw sama Wuyung malah balik naik duluan dan kita pilih mampir ke warung untuk ketiga kalinya ( dua kali di daerah terasering). Lapar apa doyan kita ini? hahaha.

Spot ketiga yaitu curug Ibun. Kata ibu penjaga warung yang sebelumnya kita samperin tadi, curug Ibun itu udah ditutup karena ada musibah yang merenggut nyawa pengunjung beberawa waktu lalu. Benar aja pas kita kesana, jalan menuju curugnya kayak ga terurus gitu. Di bagian bawah baru ada keterangan kalau sudah ditutup. Tapi ditutupnya hanya dihalangin bambu kecil gitu jadi kita tetep ke bawah bentar buat lihat.

Serius cuman bentar kok. Habis itu kita pun beranjak untuk nyari makan siang. Ada yang milih makan sate ada pula yang milih makan mie ayam, gw termasuk yang kedua.

Spot terakhir yang kita kunjungi adalah telaga Biru yang katanya sih pemandangan bawah airnya bagus banget. Sayang seribu sayang begitu sampai, daerah sekitar telaga hujan. Ada yang tetep pada turun dari elf untuk ngelihat tapi ada juga yang lebih milih diam di elf sambil nonton film yang diputer sopir. Telaga Biru sebenarnya bagus hanya karena hujan itu jadi kita ga bisa lama lama disitu karena ga ada tanda tanda hujan akan reda.

Untuk spot Puncak Gigi sepertinya tidak jadi dikunjungi di trip kali ini. Ga tahu kenapa. Gw bahkan ga tahu puncak Gigi itu tempat apaan.

Jam 5 sore kita mutusin untuk balik ke Jakarta dan sampai di sekre BPJ jam 22.30.

Thanks teman-teman BPJ untuk jalan-jalannya.

img-20170129-wa0000.jpg

Iklan

Pengunjung yang baik meninggalkan jejak berupa komentar :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s