[Makassar] Ke Bantimurung : Kingdom of Butterflies

Sebelumnya…

Kita lupakan pengalaman ga mengenakan di Samalona, mending makan yang enak enak. Malamnya, gw ajak temen-temen ke Palubasa Serigala. Untungnya rasanya enak dan temen-temen puas dengan rasanya.

Kita berpindah ke tempat lain, pengen nyobain coto. Kita ke Coto Lamuru hasil rekomendasi supir grab yang kita tanya hari sebelumnya. Ternyata emang ga salah rekomendasi supir grab ini, coto yang daging beneran isinya daging semua ga ada campuran lemak-lemak, beda dengan waktu di Palubasa yang pesannya daging tapi ya ada lemaknya juga.

Kelar urusan perut kami mampir ke sekitaran Somba Opu untuk nyari oleh oleh.

***

Pagi-pagi kita sudah harus check out dari hotel sementara kita masih pengen keliling Maros untuk ke Bantimurung dan Rammang-Rammang. Jadi kita memutuskan menghubungi kenalan Reni yang kerjanya di Maros untuk titip tas dan segambreng tentengan oleh-oleh yang kita beli semalem. Ke Marosnya kita naik Grab, sempet tanya tanya juga ke abang grabnya kalau mau disewa sekalian mobilnya untuk nganterin ke Bantimurung dan Rammang-Rammang. Dia sih mau aja cuman minta Rp450.000 diitung dari hotel kita berangkat tadi.

Berdasar pengalaman gw selama di Maros sih, masih mending sewa angkot buat nganterin kesana palingan ga nyampe Rp150.000, dan kita milih opsi itu sampai ketika di kantor temennya Reni kita malah dibantuin nyari mobil sewaan kena Rp150.000 untuk setengah hari, tanpa supir dan bensin. Lucunya di akhir, ketika ditung itung biaya yang kita keluarkan malah lebih besar daripada yang ditawarkan abang Grab, haha mungkin tadi abang Grabnya nyumpahin kita kali yak.

Dari Maros ke Bantimurung sih deket ga nyampe setengah jam kami sudah nyampe.  Sedikit banyak Bantimurung sudah berubah, di depan pintu masuk sudah ada ATM, masjid sudah nyaman, dekat air terjun jalannya sudah dibagusin.

Ada harga ada rupa, yeah begitu karena tiket masuknya juga lumayan Rp50.000 per pengunjung. Yang lebih gelo nih buat bule tiketnya Rp250.000 *mikir mikir lagi kalau jadi WNA*

Karena tidak banyak waktu, kami pun hanya sampai di air terjun ga sampe naik ke spot spot utama di Bantimurung. Padahal nih kalau waktunya banyak, kita bisa menyusuri gua Mimpi dan gua Batu, ngeliat danau yang biasanya banyak kupu-kupu, ngeliat museum kupu-kupu atau bisa juga nyobain permainan outboundnya.

Berikutnya kami mau ke Ramang-Ramang yang emang lagi happening buat wisata alam di Maros. Untungnya empat tahun lalu ketika tempat ini masih belum populer gw udah kesana.

Dari Bantimurung ada dua jalan, satu balik dari jalan menuju Bantimurung ke jalan Raya Makassar Maros lalu menuju Ramang-Ramang atau jalan kedua lewat jalan sekitaran Leang-Leang. Kita milih opsi kedua karena bisa sekalian lihat lihat Leang-Leang.

Sial pun datang. Hujan berangin turun dan jembatan penghubung jalan antara Leang Leang ke Ramang-Ramang lagi ditutup karena baru diperbaiki. Terpaksa kita balik arah dan memutuskan balik ga jadi ke Ramang-Ramang karena nunggu hujan reda ga akan cukup waktu.

Karena sudah waktu makan siang kami mampir ke coto Dili dan lanjut ke Jalangkote 189 buat beli oleh-oleh (lagi?). habis itu balikin mobil dan langsung balik ke Bandara.

Tabek

Baca cerita gw sebelumnya :

Waktu ke Bantimurung : Mencari Damai di Bantimurung

Waktu ke Ramang-Ramang : Lost in Ramang-Ramang

Iklan

Satu pemikiran pada “[Makassar] Ke Bantimurung : Kingdom of Butterflies

  1. Ping-balik: [Makassar] Kena Jebakan Batman di Pulau Samalona | Kubikel Yusuf

Pengunjung yang baik meninggalkan jejak berupa komentar :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s