Ngurus KTP Hilang itu (tidak) Mudah

Semuanya berawal ketika gw habis mudik lebaran. Karena tiket langsung ke Jakarta habis, gw milih lewat Bandung dan nantinya disambung ke Jakarta naik mobil travel. Apesnya KTP gw hilang, ntah ketinggal di stasiun habis check in atau di hotel karena gw menginap semalam di Bandung. Tahu hilangnya juga waktu gw mau ke Malang, gw packing dan cek ricek lagi tiket dll. Ternyata KTP gw raib. Untungnya gw masih bisa pakai SIM buat kesana.

Nah karena ini pertama kalinya gw kehilangan (semoga jadi yang terakhir juga) KTP, gw agak bingung gimana ngurusnya. Secara gw mesti kerja di Jakarta dan domisili KTP gw di Magelang. Pas googling di internet, gw nemuin info bahwa sekarang untuk para kaum migran bisa cetak KTP jika kehilangan tanpa harus pulang mudik. Kebenaran banget kan? Gw nanya temen juga di beberapa grup pertemanan. Ada yang bilang hal itu ga bisa dan ujung ujungnya balik ke kampung buat ngurus. Oke, ga ada salahnya untuk dicoba bukan?

Pertama, gw ngurus surat kehilangan. Untungnya gw cukup ngurus di pos polisi depan Taman Makam Pahlawan Kalibata juga udah bisa ga mesti ke polsek. Ga nyampe sepuluh menit Surat Keterangan Kehilangan sudah di tangan. Karena ga tega dan ga enak juga sama petugasnya, gw kasih Rp20.000 walau bapaknya ga minta.

Hari berikutnya gw ke Dukcapil Kemendagri di Pasar Minggu karena gw sudah nanya akun twitternya dan katanya bisa kesana buat cetak doang. Hasilnya? Nihil. Petugas yang di depan pintu gedung percetakan bilang disana ga melayani buat warga langsung, harusnya ke dukcapil kota/kabupaten atau ke suku dinas kecamatan. Gw ngeloyor ke kecamatan Pancoran, disana sama aja. Waktu gw nanya aturan tentang cetak KTP buat perantau, penjaga cuma bilang itu aturan menteri kalau di bawah belum dikasih aplikasinya. Heleh.

Akhirnya sama aja dengan jawaban temen sebelumnya, mesti ngurus ke dukcapil di daerah sendiri. Gw nyempetin mudik buat ngurus KTP di kampung. Gw riset online lagi mengenai persyaratan cetak ktp hilang di Kabupaten Magelang. Cuma butuh Surat Kehilangan dan fotokopi KK. Karena adik gw juga kebetulan mau bikin KTP, jadi gw minta sekalian dibuatin surat pengantar RT sampai dengan kelurahan, buat jaga jaga aja sih kalau ditanyain nantinya.

Sebelum ke dukcapil gw  ke kecamatan buat ngecapin surat pengantarnya. Petugasnya minta Rp5.000 dan ngisi kotak seiklasnya (ntah mau buat apa). Sebenarnya gw malas ngisi tapi karena petugasnya ngliatin mulu jadi gw kasih juga ke kotaknya.

Sampai di dukcapil gw bingung karena ramai dan sign penanda layanan tidak ada. Setelah nanya tukang parkir baru tahu pintu buat layanan buat KTP. Nah antriannya masih manual, ga ada mesin antrian atau nomor sekalipun. Cuma ada petugas dengan tulisan di depannya (buat KTP, KK dsb). Begitu ke petugas, kami dikasih form untuk disi biodata singkat yang nantinya digunakan untuk ngambil KTP yang sudah jadi. Buat gw yang tinggal cetak formulir dikasih ke petugas dan tinggal ngambil sesuai tanggal yang tertera di formulir yang diisi (sebulan kemudian).

Nah adek gw yang belum pernah rekam KTP mesti ngantri untuk merekam data diri. Sialnya, karena berbarengan dengan ultimatum pemerintah tentang deadline perekaman KTP sampai dengan akhir September jadi antriannya cukup banyak. Lucunya lagi lokasi buat ngerekam lokasi di bangunan yang berbeda dengan pintu layanan dan di bagian itu tidak ada sign yang gede untuk ngasih tahu ke masyarakat kalau itu bagaian perekaman. Dari luar tulisannya malah tempat fotokopi??? Baru di dekat pintu ada tulisan kecil “bagian data blablabla”. Iuhhhh.

Tidak ada penomoran untuk antrian, masih manual dengan menyerahlan formulir isian ditumpuk dan nunggu dipanggil. Kalau ada nomor kan mending, jika masih banyak bisa ditinggal dulu. Singkat cerita sekitar 2 jam adek gw dapat giliran merekam data diri.

Sebulan kemudian

Karena gw di Jakarta jadi adek gw yang ke dukcapil buat ambil KTP nya. You know what, KTPnya belum jadi. Blankonya habis dan nunggu dikasih pusat.

Gw speechless. Ntahlah gw bingung dengan pemerintah.

Iklan

Pengunjung yang baik meninggalkan jejak berupa komentar :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s