Trip Bareng @jalan2terus : Napak Tilas ke Replika SD Laskar Pelangi dan Museum Andrea Hirata Belitung

Langit biru cerah menyambut kedatangan pesawat yang membawaku ke tempat ini. Tanah sedikit basah seperti habis hujan. Kulangkahkan kaki menuruni tangga pesawat dan bau udara segar segera berhamburan menyeruak di hidung. Bau petrichor sedikit masih tercium. Kunyalakan handpone yang sejak tadi masih belum nyala. Beberapa pesan whatsapp masuk.

“mas Yusuf dimana?”

“Saya baru saja mendarat mas. Maaf ya tadi sedikit delay”.

“Saya tunggu di depan pintu kedatangan ya mas.”

“ Oke siap. Tunggu bentar ya”

Rupanya teman perjalanan saya kali ini –Akshar- sudah menunggu di bandara. Selain itu , driver dari hotel juga sudah saya minta jemput di bandara.

Bandara HAS Hanandjuddin rupanya lebih kecil daripada bandara Jogja. Enaknya sih jadi dekat kalau mau keluar. Begitu keluar dari pintu kedatangan, saya lihat penjemput saya sudah ada.

“ halo mas, saya yang mas jemput. Sorry ya tadi selay bentar.”

“gapapa mas, mari mas. Berapa orang mas?”

“ ada dua orang mas. Satu lagi katanya nunggu di luar sini”

“mas Yusuf!”

Saya menoleh. Sesosok pria dengan ransel carrier datang menyapa saya.

“Halo, mas Akshar ya? Saya Yusuf.”

Begitulah pertemuan saya dengan travelmate saya kali ini. Karena berangkat ke Belitung sehari lebih dulu daripada kawan kawan yang lain, jadilah kami janjian untuk menginap di hotel yang sama.

Sepanjang perjalanan, saya terkesima dengan kondisi jalanan Belitung. Nampak sepi dan tak ada macet sama sekali. Ah senangnya terbebas dari kemacetan. Sopir yang jemput saya banyak cerita tentang kondisi Belitung. Apalagi ternyata dia orang Kebumen. Jadilah kami nyambung ngobrolnya sampai tak terasa kami pun sampai di hotel Pondok Impian. Dengan rate yang murah, ternyata kamarnya lumayan luas dan lengap dengan AC tapi belakangan bikin saya nyesel juga nginap disitu. Nanti saya ceritakan.

Begitu sudah check in dan istirahat sebentar, saya dan Akshar memutuskan untuk keluar lihat lihat. Apalagi tak jauh dari situ ada pantai Tanjung Pendam.

Hiburan disini tuh ke Tanjung Pendam mas. Kalau sore pada kesini buat kongkow”. Kata driver ketika melewati pantai Tanjung Pendam menuju hotel.

Rupanya jalan kaki menuju pantai Tanjung Pendam lumayan jauh. Begitu sampai di sana sudah Magrib dan ternyata pantainya sepiiiiiii. Ga ada apa apa. Sunset juga sudah lewat.

Tak berapa lama, kami pun beranjak untuk mencari makan malam. Dan sepertinya di sekitar situ hanya ada resto di dekat pertigaan. Suasanya enak kayak di Bali gitu. Saya pun memesan teh tarik dan mie kuah Gorong Gorong (nama restonya). Teh tariknya enak dan mienya biasa saja.

Selang beberapa waktu kemudian, mas Rendi (perwakilan dari Jalan2Terus) menemui kami dan mengajak kami jalan ke Jimbaran Belitung. Dalam bayangan saya, kami akan ke tempat yang mirip Jimbaran di Bali. Begitu nyampe sana, ternyata resort yang sedang dalam proses dibangun. Dan karena sampai sana sudah malam, ternyata ga ada orang. Sama sekali. *ngokkkk. Kami pun memutuskan balik ke hotel.

Pagi sekitar jam 9, mas rendi sudah jemput kami di hotel. Kami check out dari hotel dan bergabung dengan teman teman peserta open trip lainnya yang sudah berkumpul di tempat makan mie Atep. Tapi kami makannya malah disebelahnya. Nama nya apa ya? Hmmm Mie Acin kalau ga salah (gagal jadi blogger). Tak lama seporsi mie kuah ala Belitung ini sudah tersaji di depan kami. Sebagai pelengkap, untuk minum ada es jeruk kunci. Agak sulit mendiskripsikan rasa dari mie Acin ini. Rasanya nano nano dan dominan rasa manis. Entah kenapa kami ga diajak makan ke mie Atep padahal di initerary sih bilangnya mau kesana.

Tujuan pertama kami adalah ke Belitung Timur menuju SD Laskar pelangi. Seperti yang saya tulis sebelumnya, perjalanan sangattttttt lancar karena  hamper sangat sedikit kendaraan. Fyi di Belitung ga ada angkutan umum juga jadi hanya bisa nyewa kendaraan.

Sekitar 1 jam kemudian, kami pun tiba disana.

kayaknya SD ga gini gini juga kali ya” saya nyeletuk waktu kami serombongan memasuki kelas  yang hanya ada 2 ruangan di replika  SD ini. Ya maklum adanya SD ini kan hanya untuk kepentingan syuting bukan SD yang sebenarnya.

yaelah cup pawon di rumah kampung  juga ga gini gini amat” teman yang lain menyahut sambil tertawa.
image

Tanah Belitung yang berada di sekitar garis katulistiwa membuat daerah ini berhawa panas. Kami pun segera beranjak menuju Museum Kata Andrea Hirata. Namun sebelumnya, kami jumatan dulu di masjid sebelah museum persis. Museum ini lumayan menarik dengan koleksi karya Andrea Hirata baik tulisan ketika masih di lokal (Indonesia) maupun karyanya yang sudah terbit internasional. Spot spot di museum sangat memanjakan mata untuk para pemburu gambar yang ciamik. Tak terasa perut sudah keroncongan minta isi bahan bakar.

Kami pun mampir ke RM Sari Dini di Belitung Timur. Rumah makan ini berada di sebelah danau jadi selama nunggu makanan datang, kita bisa menikmati pemandangan berupa danau. Selesai makan baru kami balik ke Tanjung Pandan menuju pantai Tanjung Pendam yang hari sebelumya sudah saya datangi. Hari ini pun berakhir dengan makan malam di sekitaran Tanjung Pendam (lagi) dan kembali ke hotel Esbe.

Berikutnya…

Iklan

3 pemikiran pada “Trip Bareng @jalan2terus : Napak Tilas ke Replika SD Laskar Pelangi dan Museum Andrea Hirata Belitung

  1. Ping-balik: Menikmati Indahnya Pantai Pantai Belitung – Kubikel Yusuf

  2. Saya kalo ke Belitung Timur terkagum – kagum dengan sosok Andrea Hirata yang mampu menghidupkan denyut wisata disana melalui Museum Kata Andrea Hirata, dan tentunya replika SD Muhammadiyah, walah cuma bangunan yang terbuat dari kayu dan nampak usang namun menjadi destinasi wajib dikunjungi bagi wisatawan yang berlibur ke Belitung

    Salam,
    Catur

    Suka

    1. iya mas kemarin kesana sambil bayangin seandainya ga ada obyek itu gimana, lha lingkungannya sepi banget.
      Pantes saja Andrea di bukunya bilang ada buaya. dimana mana rawa-rawa

      btw thanks mas sudah berkunjung

      Suka

Pengunjung yang baik meninggalkan jejak berupa komentar :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s