Ngapain Aja di Semarang Dua Hari Part 2

Sebelumnya…

Setelah energi badan penuh kembali, saya siap nglayap sana sini lagi. Saya mulai dari yang agak jauhan yaitu Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya. Letaknya pas di depan Kodam Diponegoro. Lagi lagi saya kebablasan naik BRT karena beda nama antara halte dan daerah situ. Jadi naik angkot buat ke arah Pagoda itu. Aturan kalau mau kesini sekalian sama ke Kuil Sam  Pho Kong karena searah jadi tidak bolak balik.

Jpeg

Jadi keingat waktu dewa Erlang ngejar Sun Gho Kong buat dimasukin ke Pagoda
Jadi keingat waktu dewa Erlang ngejar Sun Gho Kong buat dimasukin ke Pagoda
Watu Gong?
Watu Gong?

Kemudian perjalanan saya berlanjut ke yang lebih dekat  ke penginapan yaitu Lawang Sewu. Kesan saya sih biasa saja. Yagitu aja. Hanya gedung tua warisan Belanda. Selebihnya saya bingung mau ngapain disitu, apalagi lantai dua nya ga boleh dimasuki pengunjung. Mau ikutan tur ke bawah tanah males, males duitnya buat bayar guide.

Jpeg

Jpeg

Daripada mati gaya saya cabut dan jalan ke arah utara menyusuri jalan Pemuda. Di jalan sepanjang Mall Crown Semarang sampai Mall Sri ratu sedang akan ada acara tampaknya, semacam konser konser gitu untuk malamnya. Kemudian saya langsung ke Toko Es Krim Oen. Sayangnya pelayan di toko ini kayak patung berjalan. Ga ada sama sekali ramah ramahnya ke pengunjung. Mungkin lagi dapet kali ya? Tapi kan yang laki juga cup? Yakali kan nular.

Lagi lagi saya merasa yagitudeh. Kayaknya eksrim Walls Dungdung yang di jual minimarket malah lebih enak daripada es krim yang saya pesan. Menu lain yang saya coba Lumpia dan Salad daging. Lumpianya lumayan enak sedangkan untuk salad saya merasa eneg karena kebanyakan mayonaise. Tapi kalau buat coba coba sih ya bolehlah.

P_20151004_111754_DF_1

Kemudian saya kembali jalan menyusuri jalanan menuju arah kota lama Semarang. Kawasan ini hampir mirip dengan Kota Tua Jakarta. Di situ juga ada galeri seni yaitu Contemporary Art Gallery Semarang. Koleksinya sih tidak terlalu banyak, hanya ada 2 lantai dan palingan 20 biji barang seni juga kurang. Setelah dari situ saya ngadem di taman antara galeri itu dan gereje Bledug Semarang sambil lihatin arak-arakan orang mau nikahan di gereja. *mupeng kawin*.

gereja Bledug. Bledug artinya anak Gajah jadi maksudnya gereja yang ukuranya besar
gereja Bledug. Bledug artinya anak Gajah jadi maksudnya gereja yang ukuranya besar

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Daripada saya jadi mikir bejo alias bengong jorok saya ngacir balik nyari halte BRT terdekat untuk ke kawasan Simpang Lima. Sebenarnya hari sebelumnya saya juga sudah lewat area Simpang Lima tapi kan ga afdol kalau ga menjejakkan kaki di situ.

Setiap naik BRT pasti kita lewat halte Balai Kota karena halte itu ibarat Harmoninya Semarang. Jadi selama 2 hari saya sudah familiar area Balai Kota kalau mau pindah bus.

Ke Simpang Lima pukul 14.00 adalah sebuah kesalahan. Selain karena panasnya naudzubillah, kawasan Pujasera di sekitar situ juga belum pada buka. Untungnya ada masjid Raya Baiturahman jadi saya bisa mampir ngadem dan sholat luhur sekalian nunggu Ashar.

masjid Baiturahman
masjid Baiturahman

Setelah terik matahari agak mereda barulah saya mulai thawaf sekitaran Simpang Lima sambil nglihatin warung yang ada daftar harga. Takut kena jebakan betmen cui kalau makan di tempat yang ga ada daftar harga. Akhirnya saya menclok di warung yang menjual tongseng kambing dekat Ramayana.

Sebenarnya sih bisa aja dari Simpang Lima naik BRT kalau mau balik ke area Imam Bonjol tapi saya memilih jalan kaki saja karena ingin lihat-lihat area sepanjang jalanan itu.

museum Mandala Bakti
museum Mandala Bakti
Lawang Sewu kala senja
Lawang Sewu kala senja

Malamnya saya masih penasaran dengan konser yang katanya  mau ada di sekitar jalan Pemuda. Eh begitu sampai kesana saya malah pusing lihat ribuan orang jingkrak-jingkrak nonton musik aliran keras. Ya Alloh Baim salah ngegaul, jadinya saya hanya sebentar disitu kemudian saya lebih milih melihat-lihat area Lawang Sewu ketika malam hari.

Jpeg

Ketika sedang duduk duduk datanglah bapak-bapak sksd yang pura-pura bingung nyari temannya di Semarang ga ketemu-ketemu. Lah mau nyari orang kok alamat ga ada, kontak juga ga ada. Situ nyari orang apa nyari kutu? Ayu Tingting yang artis aja ga nemu nemu apalagi situ. Filing saya mengatakan orang ini ga bener jadi saya minta maaf dan buru-buru pergi dari situ dan balik ke penginapan.

Berikutnya…

Iklan

2 pemikiran pada “Ngapain Aja di Semarang Dua Hari Part 2

  1. Ping-balik: Ngapain Aja di Semarang Dua Hari Part 1 | Kubikel Yusuf

  2. Ping-balik: Next Stop : Ambarawa | Kubikel Yusuf

Pengunjung yang baik meninggalkan jejak berupa komentar :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s