Prambanan dan Ratu Boko – Pesona Sejarah yang Tak Pernah Padam

pintu gerbang Ratu Boko
pintu gerbang Ratu Boko

Sebagai orang Magelang rasanya sudah tidak asing bagi saya untuk melihat candi karena di Magelang banyak candi. Beberapa diantaranya ada Borobudur, Mendut, Pawon, dan Ngawen. Pada kesempatan liburan kemarin saya menyempatkan untuk berkunjung ke candi juga. Hanya untuk kesempatan kali ini saya memilih candi Prambanan dan Ratu Boko yang ada di daerah Klaten. Saya mengunjungi candi Prambanan bersama adik saya, Bari. Kebetulan dia masih punya waktu sebelum magang kerja.

Sama halnya dengan candi Borobudur yang walau secara geografis berada di Magelang dikenal orang-orang berada di Yogyakarta, begitu pula dengan candi Prambanan. Banyak yang mengira candi ini masuk ke Yogyakarta padahal secara geografis masuk ke Klaten Jawa Tengah. Tapi pada akhirnya tidak penting lagi dia dikenal karena melekat kemana, yang penting candi candi masih di Indonesia. Betul tidak? *Aa Gym mode on*

Untuk menuju ke Prambanan dari Magelang kami menggunakan sepeda motor. Kalau misal kalian mau ke sana dari Yogyakarta, kalian bisa menggunakan bus Trans Yogyakarta yang akan mengantar sampai dekat candi Prambanan.

Kami sampai di Prambanan sudah siang sekitar pukul 13.00. Lalu kami memarkir sepeda motor kami di parkiran yang disediakan. Setelah itu baru kami menuju tempat penjualan tiket. Harga tiket masuk ke Prambanan adalah Rp30.000. Kalau misalkan mau sekalian ke Ratu Boko tambah jadi Rp45.000.

Penjaga gate mengatakan pada kami sebaiknya kami ke Ratu Boko dulu baru nanti sorenya lihat-lihat Prambanan. Saya sih mengiyakan saja. Sudah ada mobil shuttle yang tersedia bagi wisatawan yang akan ke Ratu Boko. Perjalanan dari Prambanan ke Ratu Boko tidak terlalu lama hanya sekitar 20 menitan.

rb2

Secara asitektur Ratu Boko tidak terlalu besar apalagi jika dibandingkan dengan Prambanan. Akan tetapi Ratu Boko jauh lebih menarik karena tempatnya luas dan banyak yang bisa dieksplor. Kebetulan ketika kami sedang enak-enaknya melihat-lihat di sekitaran pintu masuk Ratu Boko malah turun hujan lebat. Hal ini sama persis dengan pengalaman saya dulu saat ke Borobudur yang kehujanan waktu mendaki candinya.

rb4

Karena waktu semakin sore dan hujan sudah mulai mereda jadi kami tetap melanjutkan mengeksplore sekitaran Ratu Boko. Pukul 16.00 baru kembali ke Prambanan.

rb5

Di Prambanan tidak banyak yang bisa dieksplore karena intinya hanya kompleks candi yang tidak terlalu luas. Kami pun hanya sebentar disini dan mengambil dokumentasi seperlunya. Kemudian kami kembali ke Magelang.

rb6

rb7

Overall Prambanan dan Ratu Boko layak dikunjungi untuk memperkaya khasanah pengetahuan kita tentang sejarah (halah). Saran saya kalau mau ke Ratu Boko mending dari pagi biar puas mengeksplore semua yang ada disana. Opsi lain sore menjelang matahari terbenam karena bisa foto ciamik menjelang sunset. Kedua, jangan bawa lupa bawa payung. Kali aja tiba-tiba hujan seperti yang saya alami.

Iklan

Pengunjung yang baik meninggalkan jejak berupa komentar :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s