Tour de Jatim Bali Part 3 – Bali

“hei itu Bali kelihatan dari sini”. Begitu kata kami waktu mobil carteran kami melewati jalan dekat pelabuhan Banyuwangi sepulang dari Kawah Ijen. Bali masih kelihatan dari pandangan mata.

Tercetuslah tantangan untuk melanjutkan perjalanan kami ke Bali setelah puas di Banyuwangi. Saya, Wuyung dan Gege oke oke aja. Kalau Rere memutuskan untuk cukup sampai di Banyuwangi. Kalau mas Cenong karena dianya orang Bali jadi dia juga oke aja tapi dia memilih pulang duluan nanti baru gabung lagi di Denpasar.

Sorenya sampai di penginapan kami memesan travel untuk ke Bali. Sebenarnya sih kalau mau lebih murah bisa juga langsung ke pelabuhan ikut menyebrang kapal ferry. Kemudian bisa dilanjut dengan ikut bus yang arah ke Bali. Tapi karena kondisi badan juga sebenarnya sudah lumayan capek jadi kami memilih travel biar ga kebanyakan repot.

Kami di kapal ferry sekitaran pukul 00.00. Jadi biar ga bosan nungguin menyeberang kami selfie bertiga. Eh ndilalah malah datang Bule nawarin mau motoin kami gitu. Jadi malu dilihatin orang-orang.

Kami sampai di Bali tepatnya Jalan Saridana pukul 05.00. kebetulan Gege punya teman disana. Jadilah kami nebeng nginap disana. Ya maklum namanya juga mahasiswa mau ngirit :P.

Karena ke Bali juga hanya dadakan tanpa rencana jadinya ga ada Initerary khusus yang kami buat. Teman gege menyarankan hari pertama kami pantai Pandawa. Kami ke sana pun diantar sama dianya. Makasih banget lo ya walau baru kenal.

Penampakan pantai Pandawa dari atas
Penampakan pantai Pandawa dari atas
pantai nya relatif sepi jadi serasa pantai milik sendiri
pantai nya relatif sepi jadi serasa pantai milik sendiri

Kesan saya terhadap pantai Pandawa adalah pantai yang bersih dengan kontur pantai yang landai jadi sangat enak kalau mau main berenang di sini. Cuma karena selama di Banyuwangi saya sudah lumayan puas main air jadinya kami cuma menikmati pemandangan disini. Tiket kami ber-5 ditambah dengan parkir total jadi Rp15.000.

Tadinya setelah dari pantai Pandawa kami berencana untuk balik lagi ke rumah temannya Gege tetapi karena dari pantai saja sudah pukul 12.00 lebih jadi kayaknya ga keburu waktu kalau mau ke Garuda Wisnu Kencana (GWK). Jadinya kami GWK dalam keadaan belum mandi habis dari pantai J.

GWK ini rencanya mau dibangun tinggi melebihi patung kebebasan Amrik. rencana sih
GWK ini rencanya mau dibangun tinggi melebihi patung kebebasan Amrik. rencana sih

Kebetulan hari itu temannya Gege ga bisa nemenin seharian karena ada acara jadinya kami didrop depan GWK. Terus kami cuma clingak clinguk didepan GWK karena kayaknya kok ga ada kendaraan umum untuk masuk ke area GWK. Karena perut sudah keroncongan kami memutuskan untuk makan siang dulu di nasi padang depan GWK.

Kelar makan siang, Jadilah kami jalan kaki dari depan GWK sampai masuk ke ke Gate. Kayaknya 1 KM ada deh. Ternyata ya kalau mau naik kendaraan berupa bus sebenarnya ada tapi kita mesti naik dari halte bus kemudian turun pas di GWK nya. Kesalahan kami adalah turun di depan persis jadi tidak ada halte bus disitu. Harga tiket masuk ke GWK Rp50.000.

bl3

Nah pas mau balik dari GWK kami bingung lagi karena waktu sudah pukul 20.00 tapi bus shuttle nya ga datang datang juga. Sukurlah walau sudah nunggu lama akhirnya datang juga busnya. Harga tiket per orang Rp3.500.

bl5
*sebenarnya impian saya kalau ke Bali pingin nonton tari Kecak yang di Uluwatu itu, yah tapi karena satu dan lain hal ga kesampaian, mungkin lain kali*

Terus kami ketemu temannya Gege yang satu lagi untuk makan malam. Dengan pertimbangan nyari yang halal jadilah kami ke Pecel Lela. Terus lanjut balik ke Saridana.

Di hari kedua di Bali.

Mas Cenong yang asli Bali baru gabung di hari kedua karena dia mesti balik dulu ke rumahnya di Bali utara. Dia juga yang bawa mobil jadi tambah irit deh kita ga perlu sewa mobil hehe.

Pagi-pagi kami membeli oleh-oleh dulu ke Erlangga Art Gallery dan Krisna Nusa Kambangan (krisna 2). Kalau saya lebih merekomendasikan Erlangga kalau mau mencari oleh-oleh karena pilihan yang lebih banyak dengan harga yang terjangkau. Selain itu, tata letak barang juga lebih rapi di Erlangga jadi betah untuk pilih pilih oleh-oleh. Kalau Krisna kelebihannya mempunyai cabang toko yang lebih banyak jadi mudah menemukannya.

Untuk makan siang kami mencari yang halal jadilah kami ke Depot Banyumasan di Denpasar. Setelah itu baru kami menuju Tanah Lot untuk menikmati sunset. Untuk makan malam kami mencoba ayam betutu dan diakhiri ke toko kaos Joger. Cuma sayangnya tutup pukul 20.00 sedangkan kami nyampai kesana pukul 20.05. Nyesek sih udah jauh-jauh juga untuk mencapai ke tempat ini.

Sunset di Tanah Lot
Sunset di Tanah Lot

Hari berikutnya.

Tadinya kami berencana ke Danau Batur tetapi Cenong yang bawa mobilnya ga enak badan. Kayaknya sih kecapekan karena trip kami yang kelamaan :p. Jadilah untuk pagi ini kami kembali ke kaos Joger untuk beli oleh-oleh. Terus lanjut makan siang di nasi pecel Bu Tinuk. Enak dan yang penting halal (walau ga ada jaminan). Perjalanan berlanjut ke pantai Kuta dan Discovery mall. Kemudian baru kami balik ke Saridana. Cenong berpisah dengan kami.

bl7

Hari terakhir

Kayaknya tenaga kami sudah terkuras habis setelah perjalanan sekitar 8 hari ini. Jadinya di hari terakhir kami sudah kecapekan dan ga ingin kemana-mana lagi. Perjalanan berakhir dan saya balik ke Yogyakarta sedangkan Wuy dan Gege ke Jakarta dengan naik singa terbang.

Iklan

Pengunjung yang baik meninggalkan jejak berupa komentar :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s