Segernya Body Rafting di Green Canyon

Setelah lebaran kemarin seharusnya kuliah saya dimulai tanggal 19 Agustus tapi karena adanya penerimaan mahasiswa baru, hampir semua dosen saya tidak dapat mengajar karena mesti ada tugas untuk wawancara calon mahasiswa baru. Liburan pun jadi diperpanjang seminggu. Kelas saya pun berinisiatif mengadakan liburan untuk mengisi minggu yang jadi kosong jadwal. Setelah berunding kami pun sepakat untuk mencoba Green Canyon di Ciamis sebagai tempat yang patut dicoba.

Planning

Kondisi kelas saya tidak memungkinkan semua untuk dapat ikut dalam wisata kali ini karena beberapa sudah berkeluarga. Selain itu tidak semua anak mempunyai minat yang sama terhadap wisata alam. Setelah disurvey oleh ketua kelas saya dan berganti-ganti formasi ala boyband terkumpullah 17 anak yang bersedia gabung dalam wisata kali ini.

Dua dari 17 orang ini adalah perempuan yang sedang hamil. Kedengarannya agak gimana gitu secara di Green Canyon adanya wisatanya body rafting gitu, alhamdulillahnya ada tour naik perahu untuk mereka berdua. Mengenai planning akomodasi beserta biaya sudah diatur oleh ketua kelas kami, Gilang.

Hari Pertama

Kami ber-17 ( berhubung masih bulan Agustus sebut saja kami pasukan-17) mulai ekspedisi ini pada Kamis 22 Agustus naik kereta Serayu melalui stasiun Kota dan tujuannya adalah stasiun Banjar. Beruntungnya kalau boleh dibilang keretanya lumayan sedikit penumpangnya sehingga kami pun leluasa memilih tempat duduk bahkan dapat tidur dengan nyaman tapi ya dasar anak-anak ada juga yang lebih milih main kartu semalaman di kereta, saya lebih milih tidur karena perjalanan masih panjang.

Kami sampai di stasiun Banjar pukul 04.30 pas waktu subuh. Tadinya saya mengira tempat tujuan kami sudah dekat ketika kami sudah sampai di stasiun ini. Ternyata kami masih harus nyambung dengan naik bus yang dipanggil oleh Gilang dengan naik ojek. Perjalanan naik bus ini sekitar 2 jam. Sebenarnya jaraknya mungkin tidak terlalu jauh tetapi karena kondisi jalan yang kurang bagus jadi perjalanan menjadi lama.

Meeting point kami dengan pemandu adalah di masjid Istiqomah yaitu masjid yang ada di perempatan kota Ciamis. Setelah dari situ kami dibawa memakai pick up ke pantai pangandaran untuk sekalian sarapan disana. Dengan kondisi cuma ada satu pick up dan personel kami ada 17 orang, pengangkutan dilakukan dua kali.

Sialnya saya ikutan yang kedua dan mobil mogok  di tengah jalan. Mau di dorong pun juga tetap tidak bisa. Akhirnya kami menunggu guide kami Kang Dede mencari angkot untuk membawa kami ketujuan.

Beberapa waktu kemudian…

Tiba di pantai kami di sambut dengan sarapan yang ala kadarnya karena keadaan. Dalam keadaan lapar apapun jadi enak enak aja untuk dimakan. Dasar saya aja sih yang doyan makan. Oke ini abaikan saja.

Pick up nya mogok, padahal udah lapar banget
Pick up nya mogok, padahal udah lapar banget

PANTAI PASIR PUTIH

Perjalanan pertama adalah naik perahu untuk kemudian treking di sekitaran hutan Pasir Putih. Lagi lagi saya mengira perjalanan naik perahu ini agak lama eh ternyata ga sampai 10 menit juga jadi cuma seperti melewati tanjung kecil gitu doang. Aih saya tampaknya ketinggian ekpektasinya mana tadinya saya mau minta pelampung lagi untuk pengaman.

Jembatan di hutan
Jembatan di hutan

Ekpektasi saya juga nampaknya ketinggian pas kami diajak treking di sekitaran hutan Pasir Putih karena nampaknya hutan ini tak lebih baik dari kebun di sekitaran kampung saya dimana jaman kecil saya suka bermain, secara kampung saya berada di daerah pegunungan. Karena hari itu Jumat kamipun bergegas karena mesti mencari masjid untuk Jumatan.

Selesai solat Jumat kami dibawa lagi mengunakan pick up ke arah penginapan kami di dekat pantai Batu Karas selama hampir dua jam dalam kondisi panas terik. Sungguh cobaan yang cukup melelahkan. Begitu sampai di penginapan saya pun memilih untuk rehat sejenak dengan tidur sedangkan beberapa teman ada yang memilih bermain water sport di pantai.

Untuk acara malamnya kami makan malam berupa seafood dengan menggelar tikar di pantai Batu Karas ditemani dengan cahaya api unggun yang telah disiapkan pemandu kami. Tampaknya kelelahan membuat selera makan kami jadi membabi buta. Seafood yang banyak itu raib sekejab berpindah ke perut kami. Aih nikmatnya. Malam itu kami sudahi dan beristirahat untuk persiapan hari berikutnya.

Hari Kedua

Di hari kedua kami mesti cek out pagi sekali karena guide kami menyarankan body raftingnya dimulai agak pagian saja agar sorenya masih ada waktu yang cukup untuk acara lain.

GREEN CANYON

Dari tempat berkumpul para guide kami dibawa naik pickup ke arah hulu sungai kira kira setengah jam. Kemudian kami mesti berjalan menuruni perbukitan yang cukup curam sekitar 500 meter. Ujian pertama kali saat mau body rafting adalah kami mesti loncat ke air dan ini nampaknya menjadi ujian mental bagi beberapa orang dari kami. Kalau saya sih nekat aja toh saya sudah pakai pelampung dan alat pengaman. Selain itu juga kami ditemani sekitar 6 pemandu yang sudah menguasai medan disitu.

disinilah body rafting diawali dengan loncat ke air
disinilah body rafting diawali dengan loncat ke air

Awalnya saya mengira body rafting ini semacam yang ada di gua Pindul Jogjakarta yang menggunakan ban sehingga kita tinggal diam mengkuti arus. Ternyata disini jauh lebih menantang karena kami hanya dibekali pengaman yang nempel di badan dan selebihnya kami loncat, mengikuti arus, menepi,loncat lagi, menepi lagi, loncat lagi,…dst.

 Selama body rafting ini kita akan disuguhi pemandangan alam yang indah sekali. Selain itu ada saat dimana arus sungai sangat tenang sehingga kita bisa seolah-olah tidur tenang. Di sepanjang aliran sungai kita juga akan menemui hujan dari langit langit pinggiran sungai yang berasal dari mata air alami. Dan yang paling menantang adalah loncatan terakhir karena tingginya 10 meter lebih. Adrenalin terasa benar-benar diuji disini. Pokoknya capek yang tadinya berasa jadi terasa hilang saat sudah menikmati segar air disini.

g4
istirahat di sela sela body rafting

Tak terasa hampir 4 jam lebih kami mengarungi Green Canyon atau orang sekitar menyebutnya Cukang Taneuh yang artinya jembatan tanah karena di spot terakhir dari body rating ini kita akan menjumpai semacam gate yang merupakan jembatan tanah itu. Dari tempat itu kita akan dijemput dengan naik perahu sekitar setengah jam kembali ke tempat kami berangkat.

PENANGKARAN PENYU DAN PANTAI BATU HIU

g5
Terbanggggg

Spot berikutnya yang menjadi tujuan kami adalah penangkaran penyu di sekitar pantai Batu Hiu dan terahir adalah melihat sunset di pantai Batu Hiu cuma sayang mataharinya sedang tidak nampak sehingga moment sunsetnya juga tidak ada. Perjalanan liburan kami diakhiri dengan naik bus Gapuraning Rahayu menuju Jakarta untuk kembali ke rutinitas.

Iklan

Pengunjung yang baik meninggalkan jejak berupa komentar :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s