Bapak Gerobak dan Anak Kembarnya

Dalam bulan ini saya beberapa kali melihat bapak pemulung sampah. Mungkin hal itu sudah lumrah ketika kita hidup di Jakarta. Tapi bapak yang satu ini beda. Bapak ini selalu ditemani anak kembar perempuannya kemana pun mereka pergi. Dan anak kembar itu selalu memakai baju yang sama dan tidak pernah ganti ketika saya kebetulan melihat. Muncul pertanyaan dalam diri saya bagaimana mungkin orang bisa hidup di gerobak untuk satu keluarga pula. Bagaimana ketika hujan? Atau panas?.
Kalau di Undang-undang dasar dikatakan anak-anak miskin dan telantar di pelihara oleh negara, kenapa masih banyak anak yang tidak beruntung yang masih harus hidup di jalanan. Hal ini menjadi tamparan buat saya sendiri. Ketika saya mengeluh karena ini itu yang sebenarnya hanya hal yang kadang sepele. Malu kepada Alloh ketika saya mengeluh padahal sudah banyak hal yang Allah berikan untuk kita.
Dan perihal bapak itu saya sebenarnya pengen bantu tapi ya mungkin cuma semampu saya. Tapi saya sendiri tidak tahu bagaimana dan dimana saya bisa bertemu mereka. Mungkin saya bisa lewat jalan lain tidak harus kepada mereka. Paling tidak bapak itu mengajarkan hal penting kepada saya bahwa hidup itu perjuangan. Tidak ada yang gratis dan rejeki itu tidak turun dari langit tapi mesti kita cari. Semoga Allah memberi kehidupan yang lebih baik kepada bapak dan keluarganya itu. Paling tidak dapat tinggal di rumah yang nyaman untuk mereka. Amin.
Iklan

Pengunjung yang baik meninggalkan jejak berupa komentar :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s