Doa Ibu dan Man Jadda Wa Jadda

Doa ibu itu manjur. Kata-kata itu dulu hanya sebatas antara iya dan tidak  menurut saya. Tapi pengalaman membuktikan kepada saya bahwa itu benar.

ibu
Sumber disini

Ceritanya akhir tahun 2011 sebelum saya pindah ke Makassar seorang teman saya sebut saja X bercerita bahwa jauh sebelum pengumuman kepindahan kami kesini, entah 4 atau 6 bulan sebelumnya dia sudah minta doa ke orang tua terutama ibunya agar tetap di Jakarta, dan binggo! Benar dia bertahan padahal sepertinya tak mungkin. Saya merasa bodoh waktu itu. Bodoh tak menyadari hal seperti yang dia lakukan karena saya merasa akan tinggal lama di Jakarta. Selain itu dari sisi agama dia juga jauh lebih taat daripada saya.

Pertama kali saya pindah ke Makassar saya menumpang tidur di salah satu temen sebut saja Y karena belum dapat kos-kosan. Nah saat menumpang itu ibunya Y bercerita bahwa dua tahun dia selalu berdoa agar si Y dapat bekerja di Makassar karena keluarga mereka disini. Padahal saat penempatan pertama si Y dapat di Jakarta. Tapi lagi lagi doa seorang ibu yang tak henti berbuah manis. Anaknya kembali ke Makassar.

Jleb kedua dalam hati saya. Bukannya saya tak pernah minta doa ke ibu cuma saya jarang melakukannya. Meskupun saya yakin ibu tak akan pernah lelah mendoakan yang terbaik untuk anaknya.

Berangkat dari dua cerita teman itu saya pun berubah pikiran. Setiap saya menghubungi rumah maupun saat saya mudik saya selalu minta didoakan agar secepatnya kembali ke Jawa. Bukan cuma ke orang tua tetapi juga ke sanak famili.

Doa saja tentu saja tak cukup saya juga harus melihat kesempatan yang ada. Yak bagi saya seorang pegawai di bidang ini kesempatan yang adalah mengambil tugas belajar dengan saingan ribuan pegawai lain seluruh Indonesia atau jika diangkat sebagai fungsional. Mana pun yang duluan sayadapat itulah rejeki saya.

Kebetulan di kosan saya banyak senior juga yang sering belajar untuk ujian tersebu sehingga saya juga terpacu untuk hal yang sama. Alhamdulillah teman baik saya ada yang memberikan buku grammar dan sejenisnya sebelum saya berangkat dulu sehingga pelan-pelan saya mulai belajar bahasa inggris lagi. Sebenarnya ujian tahun ini adalah tahun mereka tetapi lagi lagi jalan seperti dimudahkan peraturan mengijinkan angkatan saya untuk mengikuti seleksi. Padahal awalnya saya memperkirakan akhir tahun 2013 baru kami dapat mengikuti hal ini sehingga persiapan pun mempet sekali hanya 3 minggu. Tetapi Alhamdulillah saya mempunyai atasan dan rekan kerja yang pengertian sehingga saya dapat belajar maksimal.

Man jadda wa jadda.

Barang sipa yang bersungguh sungguh maka akan mendapatkannya. Doa yang tak kenal lelah dan usaha yang sungguh-sungguh itu berhasil. Saya lulus.

Tak terkira rasanya waktu saya memberitahu ibu saya. Jauh daripada saat dulu saya memenangkan lomba ini itu.

Kelulusan ini mendekatkan saya dengan mimpi jangka panjang saya yang sudah lama saya inginkan. Kalau sudah saatnya akan saya ceritakan.

Salam

Iklan

Pengunjung yang baik meninggalkan jejak berupa komentar :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s